DAFTAR PERKUMPULAN KAMPUNG / KELUARGA TONSEA di JABODETABEK
Danowudu
Jl.Pacuan Kuda no.1-5 Pulomas JAKTIM
Kaasar Karegesan
Jl.Kaisar Gg H Muala no.65 Jakarta 11480
Kadoodan ne Dembean
Jl.Percetakan negara VB no.8
Jakarta Pusat
Keluarga Rotinsulu
Jl.Raden Patah III no.7 Jakarta Selatan
Kerukunan Warga Tendeki
Perumahan Taman Galaxi Blok CA/51 Bekasi Selatan telp.82411254,8475503
Kumelembuai
Jl.Ternate A no.19C Jatibening Bekasi
Kuwil Kaleosan
Jl.Candi Brahma 407 Duren Jaya
Bekasi Timur
Manembo-nembo
Jl.Cempaka Putih Barat XVII/5 JKT 10520
Mangaley
Kolongan Mapanget
Jl.Kalideres Permai Blok B4/4 Jakarta Barat
Mapalus ne Tonsea
Asrama BS RT002/010 no.1 Cililitan
Jakarta 13540 telp.80888179,916238,9204982
Maumbi Watutumou
Perum Griya Timur Indah Blok C6 no.19 Jatimulya Bekasi Timur 17510 telp.82604176, 9191899
Nematuari Sagerat
Watudambo
Jl.Joget KH 06 Klp.Gading telp.4535202, 0811859934
Paslaten
Komplek Pelni Blok J-4 / 16 Depok 16418
Pasungkudan ne
Margo Dembean
Jl.Gorontalo V no.15A Tanjung Priok
Jakarta Utara 4700153,4207281
Pasungkulan ne
Kolongan Kawangkoan
Jl.Mawar I no.2 Cengkareng Timur
Jakarta 11480
Patuarian ne Kaima
Jl.Sunter Indah X Blok HG2/6 Sunter
Jakarta 14350 telp.6500771
Patuarian ne Kauditan
Komplek Jati Makmur II Blok C no.17
Pondok Gede Jakarta Timur
Patuarian ne Kawiley
Jl.Janur Kuning XII Blok WR2/11
Kelapa Gading Jakarta 14350
Patuarian ne Laikit Dimembe
Jl.Gading Mas Timur Blok BIV/33
Jakarta 14250 telp.fax 4505738 / 08159105372
Patuarian ne Matungkas
Jl.Musi IV no.79, Perumnas Depok II Timur Depok 16417
Patuarian ne Runtunuwu
Jl.Pamulang Permai I blok B-VI no.1
Pamulang Tangerang telp.7419231
Patuarian ne Treman
Jl.Danau Tondano no.14 Jakarta 10210
Perkumpulan Bitung
Jl.Lembang Aren XII blok 14/11 Kav.DKI Pondok Kelapa Jakarta Timur
Perkumpulan Kema
Jl.Raya Meruya Ilir E-8 no.23 Taman
Meruya Ilir Jakarta 11620
Perkumpulan Tontalete
Jatiwaringin Indah Pondok Gede
Jakarta telp.8475416
Perwagis Girian
Jl.Enim 39A Jakarta Utara telp.4505361,fax 45845334
Pinaesaan ne Kembuan
Tonsea Lama
Jl.Tebet Timur IIID no.6 Jakarta 12820
Sukur Tonsea
Jl.Pembangunan 16, Jatibening Pondok Gede
Suwaan Tonsea
Jl.Ampera 76 Tg Priok Jakarta Utara telp. 4700153,4207281
Talawaan Tonsea
Jl.Jend.A Yani 40B Rawasari By Pass
Jakarta 10510 telp.4227375
Tenggari Pengharapan
Jl.Kayu Manis X/43 Jakarta Timur telp.9193163,8580454,5401518
Tumaluntung
Jl.Cempaka Putih Tengah 26 no.2A
Jakarta Pusat
Tumetenden
Jl.Hadiah DL8 Jelambar Jakarta 11460
Tumpas
Jl.Swasembada Barat IX/ 38 Jakarta Utara
Showing posts with label Kawanua Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Kawanua Jakarta. Show all posts
Adat Minahasa dlm Kawanua Jakarta
Posted by www.RYKERS.org Labels: Kawanua, Kawanua Jakarta, Suku MinahasaADAT & BUDAYA MINAHASA
DALAM KOMUNITAS KAWANUA JAKARTA
DALAM KOMUNITAS KAWANUA JAKARTA
Komunitas Kawanua Jakarta menjadi ujung tombak perkem-bangan Kebudayaan Minahasa. Pandangan dan sikap berseni budaya Minahasa antara Kawanua yang lahir di Minahasa berayah-ibu Minahasa, (klasifikasi "A"), berbeda dengan kawanua yang lahir di luar Minahasa ber-ayah atau ibu, kakek nenek yang bukan orang Minahasa, perkawinan campuran (klasifikasi "B").
Kawanua klasifikasi "A" merasa sebagai ahli waris utama dalam berseni budaya Minahasa, mereka merasa berhak untuk memanfaatkan seni budaya Minahasa untuk tujuan pribadi dalam berbagai bentuk dan nama sebaga tokoh kawanua (Tonaas).
Kawanua klasifikasi "B" merasa sebagai ahli waris nomor dua dalam berseni budaya Minahasa, tapi sepak terjangnya dalam kegiatan mengangkat seni budaya Minahasa mereka tanpa pamrih dengan dedikasi yang tinggi, tanpa keinginan mengexploitasi untuk kepentingan pribadi, mereka hanya mencari nama untuk mengukuhkan dirinya sebagai "Orang Manado" turunan Toar-Lumimuut.
Pemikiran berseni budaya Kawanua klasifikasi "A" beraliran Ortodox-klasik yang sebenarnya masih menyimpan unsur tradisi lama di dalam lubuk hatinya. Hanya karena intelektualitas mereka tinggi maka hal itu tidak nampak dan pengaruh Budaya Kristen di Minahasa yang menggantikan budaya asli.
Budaya Kristen Minahasa sebenarnya berbentuk kebudayaan Eropa. Bila mereka melihat Upacara Adat Minahasa yang menggunakan sirih-pinang dan Tawa'ang maka pikiran mereka akan berbunga-bunga ke masa tridisi lama.
Kawanua klasifikasi "B" beraliran klasik-konvensional yang menempatkan seni budaya Minahasa sebagai pengetahuan yang wajib di kuasai. Apabila melihat sesajian Upacara Adat Minahasa, Tawa'ang dan sirih-pinang, tidak menimbulkan gejola bathin atau kontra Kristen. Mereka menganggap itu sebagai sarana upacara adat yang sama di seluruh Indonesia, berposisi sebagai turis di mana sirih-pinang itu bagian dari seni pertujukan.
Penulis telah mengamati perilaku dan jalan pikiran beberapa tokoh Kawanua Jakarta sejak tahun 1986 dalam organisasi KKK dan Yayasan Kebudayaan Minahasa. Yang termasuk Kawanua Klasifikasi "B” adalah Alex Kawilarang (Alm), Dr. Gerard Paat (Alm), Julian Walandouw, Ps. Alex Paat (Alm), Benny. J. Mamoto, dan Alfred Sundah. Sedangkan yang masuk Kawanua Klasifikasi "A" adalah Ventje Sumual, Jessy Wenas, Bert Supit, Dr. H.A.R. Tillar, Benny Tengker dan Jappy Tambajong (Remi Silado).
Pada seminar Supranatural Opo-opo dengan pemakalah tunggal Bos Mawikere di Hotel Indonesia tahun 1989, Alex Kawilarang (Alm) tidak memberi komentar apa-apa dan hanya sebagai pendengar, Ventje Sumual berusaha memberikan sedikit tanggapan dan analisa. Seperti kita ketahui pengetahuan Opo-opo di kalangan Militer Kawanua sangat kental sejak perang kemerdekaan sampai pergolakan permesta.
Dr. Gerard Paat menemukan teori mengembangkan kesenian Minahasa di Jakarta sejak sebelum KKK berdiri, walau punya kesanggupan tapi tidak berani melaksanakannya dalam praktek. Menyarankan agar Jessy Wenas mengembangkan tari kebasaran (Cakalele) di Jakarta yang menurut dia lebih berhak, atau dalam tulisan ini Jessy Wenaas masuk klasifikasi "A".
Tahun 1986 Julian Walandouw jadi ketua pelaksana seminar Perang Tondano dan dalam rapat langsung menyerahkan uang operasional Rp. 500.000,- walaupun diperingatkan oleh Bert Supit dengan nasihat bahwa dalam seminar itu Pahlawan Perang Tondano Saranpung dan Korengkeng dapat muncul sebagai pengkhianat. Akhirnya hasil seluruh seminar di terbitkan dalam bentuk buku dengan penulis Bert Supit tapi Julian Walandouw tidak merasa dirugikan.
Kertas kerja seminar-seminar mengenai orang Minahasa tulisan Ps. Alex Paat sangat berbeda dengan tulisan DR. H.A.R. Tilaar walau mengenai thema yang sama. Ps. Alex Paat (Alm) mengarah pada perbedaan materi dalam diri orang Minahasa, unsur budaya asli, budaya China, budaya Spanyol dan Belanda dan pola makanan, membentuk karakter orang Minahasa.
DR. H.A.R. Tilaar mengarah kan pada masalah identitas, kualitas dan religius untuk masa mendatang, tidak perlu menjawab bagaimana pembentukan karakter orang Minahasa di masa lampau.
Benny Tengker menganggap penting menerbitkan ceritera Toar-Lumimuut tulisan Engelin G. tahun 2007 atas nama KKK katanya ditulis dengan tuntunan leluhur.
Benny Mamoto melakukan pegelaran Maengkat dengan nyanyian Karema, Toar, dan Lumimuut di Tompaso-Pinawe tengan bulan Juli 2007 sebagai seni pertunjukan.
Alfred Sunda mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk mengangkat dan memajukan Musik Kolintang dan Maengket melalui sanggar "Kadoodan".
Jappy Tambajong (Remi Silado) melakukan bisnis pagelaran drama "Toar Lumimuut" hampir setiap dua tahun yang terakhir di lakukan di Gedung Kesenian Jakarta tahun 2005.
Jessy Wenas memimpin Acara Adat Minahasa “Sumawut Tawaang, Rumiker U Roko’ dan Suma U Santi” pada Pelantikan Pengurus KKK pada 2 Februari 2008 di Jakarta dan pada Acara Peringatan 100 Tahun Negeri Danowudu, 11 Mei 2008 di Danowudu, Bitung.
Subscribe to:
Posts (Atom)